Tampilkan postingan dengan label Insidental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Insidental. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013






“Ada 62 bibit pohon Meranti, 52 bibit pohon Agathis, dan 14 bibit pohon Pinus yang ditanam sesuai dengan nama jalannya....”

Bogor (28/11)—Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa tanggal 28 November adalah Hari Menanam Pohon. Sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 24 Tahun 2008, yaitu tentang penetapannya tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Untuk memperingati momen tersebut, meningkatkan kecintaan menanam, serta mewadahi mahasiswa IPB yang ingin memperingati momen tersebut, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) Fakultas Kehutanan IPB, mengadakan acara “Pohon Untuk IPB”.

Acara tersebut terbuka untuk seluruh civitas akademika IPB. Dimulai pada pukul 16.00-17.45 WIB, dengan meeting point di Masjid Al-Hurriyah. Penanaman bibit pohon dilakukan sepanjang Jalan Agathis, Jalan Pinus, dan Jalan Meranti. Untuk menuju spot-spot penanaman, khususnya Jl. Agathis yang berlokasi paling jauh dari meeting point peserta diantar dengan menaiki mobil wisata IPB. Pohon yang ditanam disesuaikan dengan nama jalannya. Kegiatan ini termasuk dalam program kerja Biro Sosial dan Lingkungan Himakova, yang bernama Green Street.



“Kegiatan ini bertujuan untuk menanam kembali pohon-pohon sesuai dengan nama jalan yang ada di Kampus IPB Dramaga.” kata Rahmi Nur Khairiah (21), salah satu anggota Himakova, disela-sela penanaman yang ikut melakukan penanaman pohon di Jalan Meranti.

“Ada 62 bibit pohon Meranti, 52 bibit pohon Agathis, dan 14 bibit pohon Pinus yang ditanam sesuai dengan nama jalannya. Kegiatan ini dari IPB untuk IPB.” Kata Bangkit Maulana, Ketua Biro Sosial dan Lingkungan Himakova.


Selain dari anggota Himakova dan para penghuni asrama TPB IPB, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa IPB, baik yang mendaftar terlebih dahulu maupun yang mengikuti kegiatan tersebut saat tidak sengaja melewati jalan-jalan yang dilakukan penanaman. Bahkan, ada beberapa mahasiswa yang saat itu melakukan lari sore, sengaja berhenti untuk mengikuti penanaman. Adapula club skate board yang biasa melakukan latihan di Jl. Meranti, juga menyempatkan untuk mengikuti penanaman. Bahkan yang unik, mereka menggunakan papan skate board mereka seperti menggunakan sekop.




“Acaranya keren banget, tadinya mau jogging keliling kampus, tiba-tiba diajakin anak-anak Himakova buat nanam pohon di jalan Agathis. Sambil olahraga, sambil idadah.” Kata Evi (19), calon anggota Azimuth, Mapala Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian IPB, yang menyempatkan ikut penanaman pohon saat dia dan beberapa teman-temannya melakukan lari sore untuk latihan fisik.

Setelah selesai melakukan penanaman, peserta kembali lagi ke Masjid Alhurriyah untuk penutupan acara dan penutupan. Selain mendapatkan pengalaman baru, peserta juga mendapatkakn teh botol dingin dan sticker gratis.


Banyak Pohon Banyak Pahala

Read More

Kamis, 11 April 2013


Mulai tanggal 4 April 2013, Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) IPB membuat kanal di Republika On Line (ROL). Kanal ini berisi tentang kegiatan Himakova, baik ekspedisi, proker, maupun kegiatan incidental lainnya.

Oke, buat kawan-kawan Himakova, kunjungi http://www.republika.co.id/kanal/komunitas/himakova :)

Temukan kami di sini..!

Read More

Jumat, 29 Maret 2013


Bogor (03/3) Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) IPB bersama dengan Tree Grower Community (TGC) IPB, dan Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB, menjadi volunteer di acara Lokakarya Anak Muda “Karya, Aksi dan harapan Anak Muda Untuk Cisadane”. Kegiatan ini diadakan oleh DeTara Foundation, sebuah lembaga nirlaba (LSM) yang bergerak di bidang pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan pendidikan. Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 2-3 Maret 2013 di Balai Kota Bogor dan Sungai Cisadane, Bogor. 
Pemenang film documenter tingkat SMA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 “Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah memfasilitasi pertemuan generasi muda dari hulu sampai hilir Cisadane serta meningkatkan kapasitas turut dapat terus berkontribusi dalam mengelola DAS.” Kata Ika Setyasari, selaku ketua pelaksana kegiatan ini.

Penjelasan metode pengamatan satwa yang disampaikan oleh Fahmi dari Himakova
 
 
Aris (kanan), mengajarkan cara membaca field guide kepada peserta
 
DAS Cisadane menjadi salah satu fokus program DeTara sejak tahun 2012 dibawah program Watershed for Present and Future Generation, mengingat DAS Cisadane yang memiliki luas 156,043 ha ini menjadi menjadi tumpuan hidup 3,931,825 jiwa masyarakat yang tinggal di lima kabupaten/kota (Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kab. Tangerang) dari dua provinsi, Jawa Barat dan Banten (BPDAS Citarum Ciliwung, Kemenhut, 2010). Saat ini DAS Cisadane disamping memiliki potensi, namun juga menghadapi persoalan dan tantangan untuk yang harus diatasi bersama-sama oleh berbagai pihak, termasuk generasi muda.


Perjalanan menuju tempat pengamatan di DAS Cisadane, Bogor
 
Adinda (kanan) dan peserta melakukan pengamatan dan identifikasi kupu-kupu
 
Rangkaian acara dimulai dengan rangkaian Seminar dan Penganugerahan Pemenang Film Dokumenter DAS Cisadane 2013 di Balai Kota Bogor (2/3). Malam harinya diadakan pemberian materi tentang metode pengamatan satwa (mamlia, burung, kupu-kupu, dan herpetofauna) dari Himakova, analisis vegetasi dari TGC IPB, dan pengamatan serangga, kualitas air, serta debit air dari UKF IPB. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkakan dengan pengamatan burung, mamlia, herpetofauna, kupu-kupu, dan serangga. Selain itu ada juga pengukuran debit air dan kualitas air. Setelah pengamatan, peserta diminta untuk mempresentasikan hasil pengamatannya.


Peserta mempresentasikan hasil pengamatan burung

Penyampaian hasil pengamatan kupu-kupu
 
“Dengan kegiatan ini, diharapkan peserta dapat lebih peduli dengan lingkungan khususnya DAS Cisadane .” komentar Habib, salah satu anggota Himakova yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Identifiasi burung dengan menggunakan field guide

Himakova-DeTara "Watershed for Present and Future Generation"

Read More

Senin, 25 Maret 2013



Persiapan alat dan briefing panitia di pelataran DKSHE.

         Himpunan Mahasiswa Koservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) Fakultas Kehutanan IPB kembali melakukan aksi untuk lingkungan.  Seperti aksi yang dilakukan pada hari Minggu (24/25) saat memperingi Hari Kehutanan dan Air Dunia (HKAD). Jika pada peringatan HKAD pada tahun lalu Himakova melakukan pendidikan konservasi di delapan sekoah di sekitar kampus IPB, maka pada tahun ini Himakova melakukan pembuatan lubang resapan biopori yang dimulai pada pukul 09.00-13.00 di empat komplek perumahan di kota Bogor, yaitu komplek perumahan Villa Ratu Endah di Sindang Barang,  komplek Perumahan Taman Yasmin, Pagelaran, dan komplek perumahan Laladon Indah.





Pembuatan biopori di perumahan Laladon Indah.
        Lubang Resapan Biopori adalah salah satu teknologi ramah lingkungan yang diciptakan oleh salah satu staf dosen Fakultas Pertanian IPB, Kamir Raziudin Brata. Lubang resapan biopori atau disingkat LRB dapat meningkatkan luasan daerah resapan air, menjadi sumber penghasil kompos dan mengaktifkan fauna tanah. Kegiatan pembuatan lubang biopori yang dihadiri oleh 63 mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) dan 2 mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB. “Kegiatan seperti ini sebaknya terus dilanjutkan, karena bagus dan supaya warga tahu tentang biopori dan manfaatnya.” ujar Purnomo (56) salah satu warga RT.02 di Perumahan Laladon Indah. Arjunadi (62) selaku ketua RT.02 Laladon Indah juga mendukung kegiatan pembuatan biopori di kompleknya. “Kegiatan ini sangat baik, karena akibat pembangunan, air sulit meresap ke tanah, sehingga perlu dibuat biopori untuk mencegah genangan air.” ujarnya.

Aksi anggota Himakova di sekitar Tugu Kujang.

Pesan konservasi yang disampaikan Tugu Kujang.

           Setelah melakukan pembuatan biopori, kegiatan dilanjutkan dengan orasi dan pembagian stiker pada pukul 13.00-15.00 di sekitar Tugu Kujang, Bogor. “Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan warga dan pengguna jalan minimal tahu manfaat secara umum dari hutan dan air dan lebih lanjut dapat tergerak untuk menjaga air dan hutan secara bersama-sama.” Ujar Bangkit, salah satu peserta kegiatan.

Pembagian stiker kepada pengguna jalan.
Anggota Himakova yang mengikuti kegiatan Peringatan Hari Air dan Kehutanan Dunia.

'Selamat Hari Kehutanan' salah satu isi poster yang dibawa aksi.




Himakova “Tebarkan” Biopori di Hari Kehutaan dan Air Dunia

Read More

Minggu, 23 Desember 2012





Pekan Ilmiah Kehutanan Nasional (PIKNAS) ke-6 diadakan oleh PC Sylva Indonesia IPB. Kegiatan Expo ini merupakansalah satu rangkaian kegiatan PIKNAS. Selain Himakova, ada juga pengisi stand yang berasal dari lembaga kemahasiswaan (LK) sefahutan lainnya, ada FMSC (Forest Management Student Assosiation), TGC (Tree Growing Community), HIMASILTAN (Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan), Masyarakat Roempoet, IFSA LC-IPB (International Forest Student Assosiation Local Community IPB), Rimpala (Rimbawan Pecinta Alam), dan Sekolah Rimbawan Kecil. Expo PIKNAS ke-6 ini berlangsung dari tanggal 17-18 Desember mulai pkl. 08.00-15.00 WIB di Koridor Pinus IPB.
 




Stand Himakova masih ingin mengusung tema dari Expo Himakova tahun ini yaitu “Potret Kelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa” dengan memasang foto-foto kegiatan Himakova, diharapkan pengunjung lebih tertarik untuk datang. Selain foto, ada juga laporan hasil ekspedisi, video ekspedisi, offset kupu-kupu, dan beberapa specimen. Selain lebih menarik, satu foto dapat mewakili beribu kata yang dapat memancing ketertarikan pengunjung dan selanjutnya bertanya pada rekan-rekan penjaga stand. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini sendiri, adalah sebagai Press Release seluruh kegiatan Himakova yang pernah dilakukan baik di dalam maupun di luar Kampus IPB, menanamkan jiwa kepada generasi muda untuk melindungi keanekaragaman hayati, dan yang terakhir sebagai wadah untuk menambah wawasan dan informasi seputar konservasi sumberdaya hayati kepada civitas akademi kampus dan masyarakat pada umumnya.



Selain expo, diadakan pula lomba fotografi. Bnayk rekan-rekan dari Himakova yang mengikuti lomba ini dan salah satunya menjadi Juara III atas nama Safrina dengan menampilkan foto ketika peserta Surili 2012 yang sedang menaiki rakit saat flying camp.
 


EXPO Himakova dalam PIKNAS 2012

Read More

Minggu, 16 Desember 2012


           Pengamatan herpetofauna yang dilakukan pada acara PIKNAS 2012 kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, panitia memasukkan rangkaian kegiatan yang lebih ‘adventure’. Terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti  susur sungai, diskusi terbuka, dan pengamatan herpertofauna. Kegiatan yang terakhir ini sengaja mengundang teman-teman dari KPH ‘Python’ Himakova. Acara ini bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta PIKNAS dan merubah mindset bahwa kehutanan tidak hanya berhubungan dengan sosial/ masyarakat dan teori, tapi dengan diadakannya kegitan ini mereka bias tahu tentang konservasi serta praktiknya, kata Diah Ayu Putri sebagai kadiv acara PIKNAS  2012. Semua potensi hutan bisa menjadi media belajar dan para peserta PIKNAS juga dapat mengetahui biodiversitas kampus IPB, khususnya herpetofauna, lanjut Diah.



Anggota KPH ‘Python’ bersama beberapa peserta pengamatan herpetofauna di depan Gedung Rektorat IPB.

Anggota KPH yang hadir dalam acara ini sebanyak 14 orang. Teman-tenman KPH yang diwakili oleh Eka Dana Prabowo selaku ketua KPH, berharap teman-temna delegasi dapat memperhatikan herpetofauna sebagai salah satu bagian penting kehutanan Indonesia.

PIKNAS 2012 pengamatan herpetofauna bersama KPH Himakova

Read More

Rabu, 05 Desember 2012



 

30 Tahun DKSHE (Wayang Konservasi)

Read More

Copyright © HIMAKOVA | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top